page contents Pustaka Virtual: Pengetahuan Alam
Showing posts with label Pengetahuan Alam. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Alam. Show all posts

Matahari sebagai Pusat Tata Surya

5:56 PM |

Matahari adalah pusat tata surya. Matahari merupakan objek terbesar dalam peredaran tata surya dengan massa 99,85% dari total massa tata surya. Matahari memiliki bentuk yang menyerupai bola, disusun dari gas helium dan hidrogen. Matahari memiliki peran yang sangat penting bagi manusia, yaitu sebagai sumber energy dan panas.



matahari, tata surya, planetMatahari dan  Bumi
Matahari dan bumi berjarak kurang lebih 149.600.000 kilometer atau 92,96 juta mill. Diameter matahari adalah sekitar 112 kali diameter bumi. Matahari memiliki temperature atau suhu yang relative sangat panas, yaitu kurang lebih 13.889.000 derajat celcius di inti matahari.

Matahari memiliki bentuk plasma sehingga rotasinya lebih cepat jika di daerah katulistiwa daripada di daerah kutub. Di katulistiwa, rotasi matahari membutuhkan waktu kurang lebih 25 hari, sedangkan di kutub, rotasinya membutuhkan waktu kurang lebih 35 hari. Setiap perputaran dan gravitasi matahari adalah 27,9 kali gravitasi bumi.



Prominensa ( Lidah Api Matahari )
Matahari memiliki lidah api atau yang dikenal dengan sebutan Prominensa, yaitu bagian  dari matahari yang sangat besar dan terang yang keluar dari permukaan matahari dalam bentuk loop atau putaran. Prominensa terjadi di lapisan photosphere pada lapisan matahari kemudian keluar menuju matahari

Gerakan Matahari
1. Rotasi matahari mengelilingi sumbunya sendiri memakan waktu selama 25 ½ hari dalam satu kali putaran.
2. Matahari bergerak diantara gugusan bintang dengan kecepatan 20 km per detik.
Read More

Definisi & Teori/ Hipotesis Asal Usul Tata Surya

2:21 AM |

Definisi Tata Surya
Definisi/ pengertian dari Tata surya adalah sekumpulan benda- benda langit yang terdiri dari bintang yang disebut dengan matahari dan benda- benda yang mengelilinginya.


tata surya, asal usul tata surya, teori tata surya, definisi tata surya


Hipotesa/ Teori Asal Usul Tata Surya
Terkait dengan tata surya ini, banyak sekali hipotesa atau teori yang muncul berkaitan dengan asal usul tata surya. Berikut ini adalah Teori/ Hipotesis seputar tata surya:

1. Hipotesis Nebula
Hipotesis nebula dikenal juga dengan sebutan hipotesis Nebula Kant- Laplace. Hipotesis ini pertama kali disampaikan oleh Emanuel Swedenbord di 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant pada 1775. Hipotesa ini mengungkapkan bahwa tata surya pada awalnya merupakan sebuah kabut raksasa yang terbentuk dari debu, es dan gas yang disebut dengan nebula dan unsur gas yang sebagian besar terdiri dari hidrogen. Akibat gaya gravitasi, maka kabut menyusut dan berputar pada arah tertentu, mengalami pemanasan suhu dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut dengan matahari. Matahari raksasa ini terus menyusut dan berputar semakin cepat, sehingga cincin- cincin gas dan es terlempar dari matahari. Seiring berjalannya waktu, dengan adanya gaya gravitasi, maka gas- gas tersebut memadat seiring dengan adanya penurunan suhu dan membentuk planet dalam dan planet luar.

2. Hipotesis Planetisimal
Hipotesis Planetisimal menyatakan bahwa tata surya terbentuk karena adanya bintang yang mengitari matahari dalam jarak dekat pada awal pembentukannya. Efek dari kedekatan matahari dan bintang tersebut adalah munculnya tonjolan di permukaan matahari dan kemudian terjadilah proses saling tarik menarik material. Sebagian besar material tertarik dan sebagian lainnya tetap tinggal di orbit, mendingin dan memadat serta menjadi benda- benda berukuran kecil yang disebut dengan planetisimal, sedangkan benda- benda yang berukuran besar disebut dengan protoplanet. Benda- benda tersebut saling bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk bulan dan planet, sedangkan sisa material lainnya akan membentuk komet dan asteroid. Hipotesis planetisimal ini pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900.

3. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis ini pertama diperkenalkan oleh G.P Kuiper di tahun 1950. Hipotesis Kondensasi menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

4. Hipotesis Pasang Surut
Hipotesis pasang-surut dipaparkan oleh James Jeans pada 1917. Jeans mengungkapkan bahwa planet terbentuk dengan mendekatnya bintang- bintang ke arah matahari. Bintang- bintang dan matahari tersebut hampir saling bertabrakan sehingga materialnya saling tertarik gaya pasang surut dan berubah menjadi planet- planet.

5. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis ini pertama dikumandangkan oleh Fred Hoyle pada 1956. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada awalnya tata surya adalah dua bintang yang hampir sama ukurannya dan letaknya saling berdekatan. Salah satu dari bintang tersebut meledak dan meninggalkan serpihan- serpihan kecil yang terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.


Sumber: Teori/ Hipotesis Asal Usul Tata Surya
Read More

Definisi dan Struktur Lapisan Matahari

1:24 AM |

Pengertian/ Definisi Matahari
Pengertian atau definisi dari Matahari adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan bumi, yaitu sekitar 149.600.000 kilometer atau 92,26 juta mil, terbentuk dari komponen gas helium dan hidrogen dan terdiri dari enam lapisan. Matahari merupakan pusat dari tata surya kita.

Matahari terdiri dari enam lapisan atau enam struktur lapisan matahari. Berikut ini adalah struktur/ susunan lapisan matahari, dimulai dari lapisang yang paling luar:

1. Zona Inti Matahari
Energi hasil reaksi nuklir di inti matahari ini menghasilkan sinar gamma dan neutrino yang memberi tenaga luar biasa besar dan menghasilkan energi panas dan caha

ya yang dikeluarkan melalui radiasi hingga akhirnya dapat diterima oleh bumi. Zona inti matahari memiliki kepadatan kurang lebih150g/cm3. Suhu dan tekanan di dalam inti matahari  masuk kategori sangat tinggi, yaitu 15juta derajat celcius. Total besar inti matahari adalah seperempat jarak dari pusat ke permukaan atau sekitar 1/64 total volume matahari. Inti matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi nuklir helium menjadi hidrogen.

2. Zona Radioaktif
Zona radioaktif adalah zona yang menyelubungi zona inti matahari. Zona ini bekerja menyalurkan energi yang dibentuk oleh inti matahari dalam bentuk radiasi ke lapisan matahari yang lebih luar. Zona radioaktif memiliki suhu dan tekanan yang cukup tinggi, yaitu 7 – 2 juta derajat celcius, namun tidak memungkinkan terjadinya reaksi fusi nuklir. Kepadatan dari zona radioaktif ini adalah sekitar 20g/cm3.

3. Zona Konvektif

Zona konvektif merupakan zona penyeimbang karena memiliki suhu yang relative lebih rendah, yaitu  sekitar 2 juta derajat celcius. Hal ini memungkinkan inti atom mengalami pergerakan yang lebih lambat. Energi dari inti matahari membutuhkan waktu kurang lebih 170.000 tahun untuk mencapai zona konvektif. Sedangkan untuk mencapai bagian atas zona konvektif, energi membutuhkan waktu selang beberapa minggu.

lapisan matahari, susunan lapisan matahari, struktur matahari, pengertian matahari
Gambaran Susunan Lapisan Matahari
4. Fotosfer
Lapisan fotosfer memiliki tebal kurang lebih 500 kilometer dan suhu sekitar 5.500 derajat celcius. Sebagian besar radiasi matahari akan diobservasi di fotosfer hingga menjadi sinar matahari di bumi dalam tenggat 8 menit setelah meninggalkan matahari.

5. Kromosfer

Warna dari lapisan kromosfer seringkali tidak tampak karena tertutup oleh cahaya terang yang dihasilkan oleh fotosfer. Namun di saat- saat tertentu, misalnya ketika terjadi gerhana matahari total, maka warna kromosfer akan terlihat seperti bingkai merah yang mengelilingi matahari. Warna merah ini disebabkan oleh tingginya kandungan helium di lapisan ini.

6. Korona
Korona adalah lapisan berwarna putih yang merupakan bagian terluar dari matahari. Lapisan terluar ini memiliki suhu yang lebih tinggi dari bagian dalam matahari yaitu antara 2 – 5 juta derajat farenheit.
Read More

Definisi & Jenis Sumber Daya Alam

1:14 AM |

Definisi atau Pengertian dari Sumber daya alam adalah hasil karya alam  atau sesuatu yang dihasilkan oleh alam yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya.

Berikutini adalah jenis- jenis Sumber Daya Alam:
1. Sumber Daya Alam ( SDA ) Berdasarkan Jenis

· SDA Hayati/ Biotik, yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup ( bersifat hayati ), contohnya adalah tumbuhan, hewan, bakteri, mikroorganisme dan lain- lain.
· SDA Non Hayati/ Abiotik, yaitu sumber daya alam yang bukan berasal dari benda hidup atau bisa disebut berasal dari benda mati. Contoh SDA non hayati adalah bahan tambang, air, udara, matahari dan sebagainya.

2. Sumber Daya Alam ( SDA ) Berdasarkan Sifat Pembaharuan
· SDA Renewable atau SDA yang dapat diperbaharui, adalah jenis sumber daya alam yang apabila dimanfaatkan secara berulang- ulang, maka sumber daya alam itu tidak akan habis dan dapat terus diperbaharui, seperti air, hasil hutan, tumbuh- tumbuhan, hewan, susu dan lain sebagainya.
· SDA Unrenewable atau SDA yang tidak dapat diperbaharui, yaitu jenis sumber daya alam yang apabila terus dimanfaatkan, maka dapat habis atau punah. Contoh sumber daya alam ini adalah minyak bumi, batu bara, timah dan gas alam.
· SDA Unlimited atau SDA yang tidak terbatas jumlahnya, yaitu sumber daya alam yang memiliki jumlah sangat besar dan tidak terbatas, seperti sinar matahari, udara dan air.

3. Sumber Daya Alam ( SDA ) Berdasarkan Penggunaannya
· SDA  Penghasil Bahan Baku, yaitu sumber daya alam yang dapat menghasilkan barang lain sehingga bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup dan memiliki nilai guna tinggi. Contoh SDA jenis ini adalah hasil tambang, hasil hutan, hasil pabrik, hasil pertanian dan lain- lain.
· SDA Penghasil Energi, yaitu jenis sumber daya alam penghasil energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contoh SDA penghasil energi antara lain panas bumi, arus sungai, sinar matahari dan lain sebagainya.
Read More