page contents Pustaka Virtual: November 2012

Cara Mendapatkan NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak )

3:55 PM |

Bagaimana cara memperoleh NPWP(Nomor Pokok Wajib Pajak )?? Untuk mendapatkan/memperoleh NPWP, maka Wajib Pajak ( WP ) harus mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ) atau Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan ( KP4 ) dengan mengisi formulir pendaftaran beserta lampiran sbb :

1
1.       WP Orang Pribadi Non Usahawan
·         FC KTP untuk WNI atau passport dan surat keterangan tempat tinggal dari instansi terkait ( minimal lurat atau kepala desa ) untuk warga asing.

2.       WP Orang Pribadi Usahawan
·         FC KTP untuk WNI atau passpor dan surat keterangan tempat tinggal dari instansi terkait ( minimal lurat atau kepala desa ) untuk warga asing.
·         Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan dari instansi terkait.

3.       WP Badan
·         FC KTP untuk WNI atau passport dan surat keterangan tempat tinggal dari instansi terkait ( minimal lurah atau kepala desa ) untuk warga asing.
·         FC akta pendirian badan.
·          Surat keterangan tempat kegiatan usaha  pihak terkait.

4.       WP Bendaharawan sebagai Pemungut/ Pemotong
·         FC KTP untuk WNI atau passpor dan surat keterangan tempat tinggal dari instansi terkait ( minimal lurat atau kepala desa ) untuk warga asing.
·         FC surat penunjukan sebagai bendaharawan.

5.        WP Joint Operation, sebagai WP Pemotong/ Pemungut
·         FC KTP untuk WNI atau passpor dan surat keterangan tempat tinggal dari instansi terkait ( minimal lurat atau kepala desa ) untuk warga asing.
·         FC perjanjian kerjasama sebagai joint operation.
·         FC NPWP masing- masing anggota joint operation.








Read More

Pengertian dan Fungsi NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak )

3:42 PM |

Pengertian/ Definisi dari NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak ) adalah sebuah identitas atau nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana administrasi perpajakan dan untuk melaksanakan hak dan kewajibannya yang berhubungan dengan perpajakan.

# Fungsi/Manfaat NPWP
1. Identitas Wajib Pajak dalam rangka melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.
2. Sarana dalam tertib administrasi perpajakan.
Read More

Subjek dan Objek Pajak Penghasilan

3:32 PM |

Pengertian/ Definisi Pajak Penghasilan atau yang disingkat PPh adalah pajak yang dikenakan kepada perorangan atau badan hukum atas penghasilan yang diperolehnya.

1.       Subjek Pajak Pribadi, yaitu orang pribadi yang telah menetap di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau orang pribadi yang selama periode tertentu berada di Indonesia dan berniat untuk tinggal di Indonesia.
2.       Subjek Pajak Harta Warisan Belum Dibagi, yaitu warisan yang berasal dari orang yang telah meninggal dunia dan belum dibagikan tapi telahj menghasilkan pendapatan sehingga pendapatan tersebut dikenakan pajak.
3.       Subjek Pajak Badan, adalah sebuah badan usaha yang didirikan dan beroperasional di Indonesia, kecuali badan usaha tertentu milik pemerintah yang telah memiliki kriteria- kriteria yang ditetapkan.
4.       Bentuk Usaha Tetap, adalah bentuk usaha oleh orang pribadi yang melakukan kegiatan di Indonesia tapi tidak bertempat tinggal atau berada di Indonesia kurang lebih 183 hari selama 12 bulan.

# Bukan Subjek Pajak Penghasilan menurut UU no. 17 Tahun 2008
1.       Badan Perwakilan Negara Asing
2.       Pejabat Asing/ Pejabat Perwakilan Diplomatik
3.       Organisasi Dunia yang tidak melakukan usaha di Indonesia seperti UNICEF, ILO, UNESCO, dll.
4.       Pejabat Perwakilan Organisasi International yang bukan WNI dan tidak memperoleh penghasilan dari Indonesia.

Objek Pajak Penghasilan yaitu penghasilan itu sendiri, yang merupakan setiap tambahan kemampuan ekonomi yang diterima wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia atau luar negeri.



Read More

Bahasa Pemrogaman Komputer & Jenis- Jenisnya

2:49 PM |


Dalam bahasa pemrograman, kita mengenal bahasa pemrograman atau disebut juga bahasa komputer. Pengertian/ Definisi dari Bahasa Pemrograman dalam istilah komputer adalah himpunan dari aturan sintaks dan semantic yang dipakai untuk mendifinisikan program komputer. Tujuan dipakainya bahasa pemrograman adalah memungkinkan seorang programmer dalam menentukan secara persis data mana yang akan diolah komputer, bagaimana data ini akan disimpan atau diteruskan, dan jenis langkah apa yang akan diambil dalam berbagai situasi.

·        
·         Bahasa Mesin, yaitu bahasa yang memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner yang terdiri dari angka 1 dan 0, contohnya 01100101100110
·         Bahasa Tingkat Rendah disebut juga dengan bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu bahasa yang memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
·         Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
·         Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa pemrograman yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb. Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly atau Bahasa Tingkat Rendah.

Berikut ini adalah daftar atau jenis- jenis bahasa pemrograman komputer:
              ABC
              Ada
              ALGOL
              Applescript
              Assembly
              BASIC ( ASP, BASIC, COMAL, Visual Basic, Visual Basic for Applications, VBScript )
              Batch (MS-DOS)
              COBOL
              UNIX shell script (Bourne shell (sh) script, Bourne-Again shell (bash) script, Korn shell (ksh) script, C shell (csh) script )
              C:  (C++, C#, Visual C++ )
              ColdFusion
              dBase dkk.: (Clipper, Foxbase, Visual FoxPro )
              Eiffel
              Fortran
              Go
              Haskell
              Java ( JavaScript, JSP )
              Lisp
              Logo
              Pascal ( Delphi )
              Perl
              Prolog
              Python
              PHP
              Pike
              R
              REXX
              REBOL
              RPG
              Ruby
              Simula
              Smalltalk
              Scheme
              SQL




Read More

Definisi dan Macam- macam Struktur Organisasi

2:42 PM | ,

Sebuah organisasi terdiri dari banyak sekali kegiatan dan sebuah pola hubungan yang semakin kompleks. Maka dari itu, perlu dibuat sebuah bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut, termasuk hubungan masing- masing kegiatan atau fungsi. Bagan tersebut seringkali disebut dengan nama bagan organisasi atau struktur organisasi ( definisi/ pengertian struktur organisasi ). Yang menjadi dasar dari struktur organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority/ otoritas ) dan tanggung jawab ( responsibility ).


·         Organisasi garis
Kelebihan:
o   Ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah
o   Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan
o   Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberi perintah
o   Biaya lebih hemat
Kekurangan:
o   Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
o   Tidak adanya spesialisasi tugas
o   Kurangnya kerjasama antara masing- masing bagian/ department/ divisi

·         Organisasi garis dan staff
Organisasi garis dan staff adalah kombinasi yang diambil dari keuntungan-keuntungan adanya pengawasan secara langsung dan spesialisasi dalam perusahaan, hubungan antara pimpinan dengan bawahan langsung seperti ini dinamakan hubungan garis dan staff.
Kelebihan:
o   Pimpinan lebih leluasa memberi saran terhadap tugas khusus di luar bagian
o   Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan
o   Staf dapat mendidik para petugas
o   Ada kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
Kekurangan:
o   Kadang-kadang staf tidak lagi memberi saran tetapi perintah
o   Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf daripada atasan
o   Staff dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil

·         Organisasi Fungsional
Dalam struktur Organisasi Fungsional, masing-masing manajer adalah seseorang spesialis atau ahli  sedangkan masing-masing bawahan/pekerja mempunyai beberapa pimpinan.
Kelebihan:
o   Masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya
o   Tugas para manajer lebih ringan
Kekurangan:
o   Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah
o   Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan
o   Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi
o   Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan di antara para manajer.

·         Organisasi Komite
Kelebihan:
o   adalah sebuah forum untuk saling bertukar pendapat antar anggota organisasi/ perusahaan
o   Keputusan ditentukan bersama-sama
o   Menciptakan koordinasi yang lebih baik
o   Meningkatkan pengawasan.
Kekurangan:
o   Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan
o   Keharusan untuk berkompromi
o   Sering menimbulkan simpang siur dalam organisasi
o   Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran yang diberikan

·         Organisasi Matrik
Pengertian/ Definisi dari Organisasi matrik adalah struktur organisasi dimana para spesialis dari bagian-bagian yang berbeda disatukan untuk mengerjakan proyek khusus.
Kelebihan:
o   Luwes/ Fleksibel
o   Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama yang spesifik/persoalan-persoalan teknis yang unik
o   Memberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ada
Keburukan :
o   Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional
o   Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda
o   Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer lain.



Read More

Evaluasi Kinerja

2:13 PM |

Definisi/Pengertian Evaluasi Kinerja adalah sebuah metode dan proses penilaian dan pelaksanaan tugas seseorang atau sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan/ organisasi sesuai dengan standar kinerja atau tujuan yang telah ditetapkan lebih dahulu. Evaluasi kinerja dinilai sebagai cara yang paling adil dalam memberikan imbalan atau penghargaan kepada pekerja.

Tujuan evaluasi kinerja secara umum adalah untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan serta untuk mengetahui posisi perusahaan dan tingkat pencapaian sasaran perusahaan, terutama untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan atau penyimpangan agar dapat segera diperbaiki, sehingga sasaran atau tujuan dapat tercapai.

Berikut ini adalah beberapa tujuan penilaian kerja:
1. Tujuan Evaluasi
Yaitu hasil-hasil penilaian prestasi kerja digunakan sebagai dasar bagi evaluasi reguler terhadap prestasi anggota-anggota organisasi, yang meliputi:
a. Telaah Gaji. Keputusan-keputusan kompensasi yang mencakup kenaikan merit-pay, bonus dan kenaikan gaji lainnya merupakan salah satu tujuan utama penilaian prestasi kerja.
b. Kesempatan Promosi. Keputusan-keputusan penyusunan pegawai (staffing) yang berkenaan dengan promosi, demosi, transfer dan pemberhentian karyawan merupakan tujuan kedua dari penilaian prestasi kerja.

2. Tujuan Pengembangan
Yaitu informasi yang dihasilkan oleh sistem penilaian prestasi kerja dapat digunakan untuk mengembangkan pribadi anggota-anggota organisasi, yang meliputi:
a. Mengukuhkan Dan Menopang Prestasi Kerja. Umpan balik prestasi kerja (performance feedback) merupakan kebutuhan pengembangan yang utama karena hampir semua karyawan ingin mengetahui hasil penilaian yang dilakukan.
b. Meningkatkan Prestasi Kerja. Tujuan penilaian prestasi kerja juga untuk memberikan pedoman kepada karyawan bagi peningkatan prestasi kerja di masa yang akan datang.

c. Menentukan Tujuan-Tujuan Progresi Karir. Penilaian prestasi kerja juga akan memberikan informasi kepada karyawan yang dapat digunakan sebagai dasar pembahasan tujuan dan rencana karir jangka panjang.
d. Menentukan Kebutuhan-Kebutuhan Pelatihan. Penilaian prestasi kerja individu dapat memaparkan kumpulan data untuk digunakan sebagai sumber analisis dan identifikasi kebutuhan pelatihan.

Faktor-Faktor Penilaian kinerja
Tiga dimensi kinerja yang perlu dimasukkan dalam penilaian prestasi kerja, antara lain:
1. Tingkat kedisiplinan karyawan sebagai suatu bentuk pemenuhan kebutuhan organisasi untuk menahan orang-orang di dalam organisasi, yang dijabarkan dalam penilaian terhadap ketidakhadiran, keterlambatan, dan lama waktu kerja.
2. Tingkat kemampuan karyawan sebagai suatu bentuk pemenuhan kebutuhan organisasi untuk memperoleh hasil penyelesaian tugas yang terandalkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kinerja yang harus dicapai oleh seorang karyawan.
3. Perilaku-perilaku inovatif dan spontan di luar persyaratan-persyaratan tugas formal untuk meningkatkan efektivitas organisasi, antara lain dalam bentuk kerja sama, tindakan protektif, gagasan-gagasan yang konstruktif dan kreatif, pelatihan diri, serta sikap-sikap lain yang menguntungkan organisasi.

· Peningkatan kinerja
· Pengembangan SDM
· Pemberian kompensasi
· Program peningkatan produktivitas
· Program kepegawaian
· Menghindari perlakuan diskriminasi


Daftar Pustaka:
-          Universitas Terbuka- Pengantar Bisnis

Read More